SHARE

Patung Budha Tidur yang berada di Mojokerto termasuk patung budha tidur terbesar di negeri ini. Dan, menjadi salah satu ikon wisata budaya yang banyak dikunjungi wisatawan.

Suatu hari, saya dan teman saya pergi ke Mojokerto untuk menyelesaikan urusan pekerjaan. Rencananya, setelah menyelesaikan tugas, kami ingin traveling mengunjungi patung Buddha tidur.

Akhirnya, kami berangkat dari Stasiun Gambir Jakarta pukul 15.00 WIB. Sesampainya di Mojokerto dini hari sekitar pukul 02.50 WIB. Sesudah istirahat di penginapan dan menyelesaikan pekerjaan pada siang hari, maka sekitar pukul 14.30 WIB, kami menuju lokasi patung Buddha tidur.

Sekedar informasi, Patung Buddha tidur terletak di kawasan kompleks Maha Vihara Mojopahit, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Tempat ini terletak di tengah perkampungan dekat dengan persawahan.

Akses menuju ke sini bisa menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan umum. Harga tiket masuk sebesar Rp 5.000 per orang. Tempat ini dibuka dari pukul 07.30 WIB sampai 17.00 WIB.

Di pintu masuk, kami disambut pintu gerbang Dharmasala dan gedung aula Sasono Bhakti. Gedung ini diapit patung biksu yang berjejer seperti menyambut pengunjung. Karena ini tempat peribadatan maka kami berkeliling kompleks saja.

Sementara di bagian belakang terdapat patung Buddha tidur yang disebut Rupang Buddha Mahaparinibbana, yang menggambarkan sang Buddha Gautama sedang berbaring menghadap sisi kanan. Sementara kepala patung terlihat bersandar disangga lengan tangan kanannya.

Baca Juga  Melihat Keindahan Gemerlap Lampu 4 Kota dari Puncak Puthuk Kembar Mojokerto

Patung Buddha ini memiliki panjang kurang lebih 22 meter, lebar 6 meter dan tinggi 4,5 meter. Seluruh bagian patung dicat warna kuning keemasan, sedangkan bagian bawah patung terdapat relief yang menggambarkan kehidupan sang Buddha selama di dunia hingga menuju nirwana.

Di bawah patung, terdapat kolam ikan dengan bunga teratai. Hal ini menggambarkan laut di mana ketika sang Buddha Gautama dikremasi, abu jenazahnya dilarung ke laut.

Jika kita berkeliling kompleks maka kita akan melihat altar Buddha Dharmasala. Altar Dewa Catur Muka (Maha dan Rahma) yang dijaga dua patung gajah. Kemudian terdapat Rupang Buddha dan Raja Ular Mucalinda, tempat penitipan abu jenazah, miniatur Candi Borobudur, Rupang Buddha Meditasi dan ruang gamelan sanggar seni budaya.

Tempat ini merupakam tempat peribadatan, maka pengunjung yang datang diharapkan dapat menjaga ketertiban untuk tidak berisik. Boleh berswafoto dengan tetap menghormati apabila sedang ada umat yang beribadah. Nah begitulah perjalanan kami melihat patung Buddha tidur di Mojokerto. Bagaimana, seru ya.(sma)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here