SHARE

Tersangka pasangan suami istri, Bahrul dan Sumarti asal kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo diamankan polisi setelah menipu 4 warga sejak 3 tahun lalu. Para korban tertipu oleh pasutri itu yang menawarkan penjualan tanah kavling.

“Kedua tersangka ini terlibat penipuan jual beli tanah kavling,” kata Kapolsek Kademangan Kota Probolinggo, AKP Sumardjo, Rabu (11/3/2020).

Setelah pulang dari bali kedua tersangka diamankan polisi.

“Kami mendapat kabar jika kedua pelaku ini pulang dari bali. Mereka ditetapkan tersangka sejak tahun 2017 lalu” Katanya.

Ia menjelaskan, pasutri ini dilaporkan oleh korban yang merupakan konsumen pembelian tanah kavling di blok Jurang, Kelurahan Kademangan Kota Probolinggo.

“Tercatat kerugian dari korban sebesar Rp 222.500.000,” jelasnya.

Tanah kavling yang dijual oleh tersangka bukan merupakan hak miliknya.

Baca Juga  Cayla Nyemplung Keanak Sungai Brantas

“Tanah kavling yang ditawarkan kepada konsumen tersebut bukan resmi miliknya, masih belum lunas pembeliannya. Namun tersangka nekat menjualnya kembali,” ungkapnya.

Pelaku membeli tanah sebesar Rp 75 juta kepada pemilik aslinya dengan nominal kesepakatan sebesar Rp 250 juta, dari hasil penyelidikan. Tetapi sebelum terlunasi pembelian tanah, pemilik membatalkan akad jual beli itu, warga melaporkan saat keduanya tidak bisa mengembalikan uang yang sudah berikan oleh warga ke pelaku.

Bahrul mengaku didepan polisi kalau uang yang diterima dari warga yang berminat membeli tanah kavling tersebut dia gunakan untuk kepentingan dirinya.

Bahkan semua uang sudah terpakai untuk pembuatan jembatan dan juga dipakai kebutuhan hidup oleh bahrul.

Bahrul mengaku, selama 3 tahun kemarin dia pergi ke bali dengan tujuan bekerja. (Ftr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here