SHARE

Ladang Anggrek di Mojokerto ini cocok jadi destinasi alternatif untuk menghabiskan libur akhir tahun. Tiket masuknya murah meriah lho!

Selain menyuguhkan hamparan bunga anggrek yang menawan, di tempat wisata ini pengunjung juga bisa membawa pulang kembang cantik tersebut. Objek wisata yang satu ini terletak di Jalan Raden Patah, Dusun Adi Sono, Desa Lebaksono, Kecamatan Pungging, Mojokerto.

Berdiri di atas lahan seluas 7 hektar, Ladang Anggrek mempunyai areal parkir yang luas. Dibandingkan objek wisata mainstream lainnya, Ladang Anggrek tergolong destinasi wisata yang murah meriah (Murmer).

Ongkos parkir kendaraan hanya Rp 5 ribu untuk mobil dan Rp 2 ribu untuk sepeda motor. Sementara tiket masuk ke objek wisata hanya Rp 5 ribu per orang pada hari biasa dan Rp 7.500 pada akhir pekan. Dengan biaya segitu, traveler sudah bisa sepuasnya menjelajahi Ladang Anggrek.

Masuk ke areal ladang, wisatawan akan disambut dengan hiasan bunga hias yang menawan. Sementara di dalam kebun, pengunjung disuguhi ratusan jenis bunga anggrek. Di tempat ini pengunjung juga bebas berswafoto.

Mulai dari jenis transient white cetta, sexy pink stripe, dendrobium super pop, lucian pink, dark pink feodora, sure gold, butter cup, juree red, liberty white, mayneal uraiwan, verus yellow jade, transient purple tianzi, canary gold, green lantern, hingga sexy pink stripe.

Bunga anggrek yang beraneka warna ini bakal memanjakan mata wisatawan. Siapkan kameramu juga ya traveler!

“Selama musim liburan ini jumlah pengunjung naik 100 persen. Dari rata-rata 250 per hari menjadi 500 per hari,” kata Manajer Ladang Anggrek Didik Supriyadi saat berbincang dengan detiktravel, Senin (24/12/2018).

Baca Juga  Jalan-Jalan ke Patung Buddha Tidur di Mojokerto, Ada apa aja ya ?

Di dalam kebun, wisatawan bisa sepuasanya menikmati keindahan bunga anggrek. Bagi yang berminat menanamnya di rumah, pengunjung bisa membelinya dengan harga yang cukup terjangkau.

Satu pot anggrek yang belum berbunga dipatok Rp 15 ribu. Sementara bunga anggrek Bulan yang sudah mekar dihargai Rp 115 ribu. Wisatawan juga dibekali cara merawat anggrek tersebut di rumah.

“Harus ditaruh di tempat yang teduh dan terbuka. Cukup disiram air tiga hari sekali menggunakan semprotan,” terang Didik.

Objek wisata Ladang Anggrek ini baru buka 8 bulan di Mojokerto. Di tempat ini aneka jenis anggrek dikembangbiakkan dengan metode kultur jaringan. Bagi pengunjung yang ingin menjajal sensasi berkebun anggrek, harus mengajak serta teman dan keluara.

“Untuk wisata edukasi kami membatasi minimal rombongan 25 orang. Biayanya Rp 40 ribu per orang. Nantinya mendapatkan materi menanam anggrek, makan siang dan satu pot anggrek jenis dendrobium,” ujar Didik.

Di tempat ini wisatawan tak perlu khawatir jika lapar atau haus. Manajemen juga membuka Dapoer Anggrek. Kedai ini menyediakan aneka sambelan dengan lauk tempe, tahu, lele dan ayam. Selain itu juga terdapat kuliner siomay dan bakso.

“Harga per porsi Rp 15-27 ribu. Kami juga sediakan kolam renang untuk anak-anak, gratis,” ungkapnya.

Salah seorang wisatawan Ratna Nurzila (22) mengaku tertarik berkunjung bersama rekan kerjanya karena menyukai aneka bunga anggrek. Di dalam kebun, pengunjung asal Surabaya ini mengaku berswafoto dan mempelajari bergam jenis anggrek yang jarang dia lihat.

“Bagus tempatnya, tiket masuknya murah. Hanya saja lahan parkirnya panas, di dalam sini juga panas,” tandasnya. (fam/udi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here