SHARE

Satu per satu destinasi wisata yang menawarkan pemandangan alam mulai bermunculan di Mojokerto. Salah satunya Puthuk Kembar di Dusun Kandangan Puthuk, Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.

Lokasi wisata berada di atas ketinggian yang dinginnya lumayan, Puncak Putuk Kembar juga terdapat banyak berbagai jenis background yang sengaja disediakan oleh pengelola. Seperti Gerdu cinta yang terbuat dari bambu.

Pohon yang di setting menjadi tempat duduk dengan background lampu kota. Tak hanya bisa menikmati keindahan alam, pengunjung juga bisa melihat keindahan gemerlap lampu empat kota terhampar dengan indah. Yakni Mojokerto, Sidoarjo, Surabaya dan Pasuruan.

Admin Instagram (IG) Puncak Puthuk Kembar, Bahrul Ulum mengatakan, Puncak Puthuk Kembar mulai dibuka sejak 11 Desember 2018 lalu. “Awalnya, warga sini menemukan pemandangan yang tak kalah bagus dengan view pemandangan lainnya,” ungkapnya, Sabtu (17/8/2019).

Tempatnya luas, indah, romantis, sejuk dan pemandangan alamnya membuat pengunjung ingin kembali lagi. Masih kata Jeck (panggilan akrab, red), nama Puncak Puthuk Kembar sendiri berasal dari adanya dua bukit yang bernama Phutuk Ramena Kembar Wangi.

“Julukannya Phutuk Kembar. Puncak Puthuk Kembar itu paralayangnya Mojokerto, selain pemandangan alam juga ada spot selfie. Di sisi barat pemadangan Mojokerto dan bukit Gajah Mungkur, utara ada Sidoarjo dan Surabaya, timur ada Pasuruan,” katanya.

Saat malam, lanjut Jeck, gemerlap lampu empat kota tersebut bisa dinikmati pengunjung dari Puncak Puthuk Kembar. Puncak Puthuk Kembar sendiri dikelola warga Desa Kunjorowesi ini, tidak ada tiket masuk untuk menuju wisata ini.

Pemandangan dari Puncak Puthuk Kembar saat siang hari. Foto: Istimewa

“Hanya parkir saja, Rp20 ribu untuk mobil dan Rp10 ribu untuk kendaraan roda dua. Kalau masuknya gratis dan free wifi di semua spot selfi. Tidak ada kerja sama dengan orang lain atau pihak lain, ini semua murni dikelola oleh warga sekitar Desa Kunjorowesi sendiri,” urainya.

Baca Juga  Kerupuk Rambak Khas Mojokerto

Jeck menjelaskan, Puncak Puthuk Kembar bisa dinikmati baik siang hari atau malam hari. Saat siang hari, identik dengan pemandangan bukit. Saat malam hari, lanjut Jeck, panoramanya membuat ketagihan karena tempatnya romantis, sejuk dan indah.

“Wisata ini meski terletak di ketinggian dan bisa dinikmati malam hari juga tapi aman 100 persen, kalau pengunjung masih belum mengerti medan jalannya   bisa minta tolong ke petugas. Petugas Puncak Phutuk Kembar siap melayani 24 jam nonstop untuk pengunjung,” jelasnya.

Pengunjung tidak perlu khawatir karena Puncak Phutuk Kembar buka setiap hari, 24 jam. Pengunjung juga bisa follow IG Puncak Puthuk Kembar, @pesonaphutukkembar. Untuk menuju lokasi wisata di ketinggian 441 mpdp, pengunjung bisa browsing di internet Puncak Puthuk Kembar.

“Dari jalan utama Mojokerto-Pasuruan, jika pengunjung dari arah Mojokerto sekitar 5 km. Kalau mobil hanya bisa sampai di parkiran pintu masuk dan berjalan sekitar 500 meter. Tapi kalau kendaraan roda dua masih bisa naik karena ada jalan masuk ke lokasi,” tuturnya.

Pasalnya, jalan tersebut hanya bisa dilalui kendaraan roda dua. Jeck menambahkan, sejak dibuka delapan bulan lalu jumlah pengunjung setiap harinya sekitar kurang lebih 60 orang, namun saat weekend atau hari libur  pengunjung sekitar 300 orang lebih.

“Rencananya, nantinya akan ada akustikan disini sehingga pengunjung bisa menikmati keindahan alam dengan alunan musik akustik. Semua masih proses dan diharapkan bulan depan, musik akustik itu sudah ada,” pungkasnya. [tin/but]

Sumber berita:

http://beritajatim.com/gaya-hidup/melihat-keindahan-gemerlap-lampu-4-kota-dari-puncak-puthuk-kembar/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here