SHARE

Diperkirakan Retribusi Kesehatan Naik

Rencana perubahan peraturan daerah ketiga Perda Nomor 5 Tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Umum harus perlu dicermati. Menyusul, retribusi layanan kesehatan didalamnya terdapat rencana kenaikan. Baik di rumah sakit umum daerah (RSUD)maupun dipuskesmas. Pembahasan terhadap raperda perubahan tersebut bersama raperda tentang rencana induk pembangunan industri kabupaten Mojokerto kemarin (10/3).

Sebelumnya, Ke 2 raperda itu disampaikan nota dijelaskan oleh pemkab kepada DPRD lewat rapat paripurna. Dalam draf raperda perubahan perda retribusi jasa umum itu, besaran tarif pelayanan kesehatan disebut rencana perubahan. Seluruh fasilitas kesehatan (faskes) milik pemkab Mojokerto bakal diterapkan kenaikan tarif. Baik rumah sakit umum maupun puskesmas.

Merata pada seluruh jenis fankes menyebut merencanakan kenaikan pengenaan retribusi. Baik jasa pelayanan dokter, pelayanan rekam medis, pelayanan laboratorium, layanan IGD, ICU, ICCU dan lainnya. Kenaikan tarif diperkirakan mencapai 60% dari sebelumnya.

Anggota Bapemperda DPRD Kabupaten Mojokerto Eko Sutrisno menyebutkan, kenaikan tarif pelayanan kesehatan itu diusulkan lantaran dianggap sudah out of date. Sehingga dirasakan perlu diubah menyesuaikan kondisi terkini. “Melihat rencana kenaikan tersebut, itu perlu dicermati lagi, terang dia.

Baca Juga  Bukit Semar, Wisata Murah dan Eksotis

Eko Sutrisno mengatakan, awal pengusulan raperda itu sudah disetujui bapemperda. Selain itu juga disampaikan nota penjelasannya. Sekarang ini, tengah dibahas dalam
bapemperda. “Untuk estimasi kenaikannya 60 persen. Akan tetapi, kami berkeinginan agar hal itu ditinjau ulang jelas Eko Sutrisno.

Dikonfirnmasi terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto dr Sujadmiko disinggung terkait
rencana kenaikan retribusi layanan kesehatan enggan
berkomentar panjang. Masih pembahasan (raperda dengan dewan) katanya ketika dihubungi Jawa Pos Radar
Mojokerto tadi malam. la juga takmenanggapi ketika ditanya terkait tolak ukur kenaikan retribusi layanan kesehatan yang diusulkan OPD (organisasi perangkat daerah) bidang kesehatan tersebut.

Sebelumnya, saat penyampalan nota penjelasan atas dua usulan raperda, Bupati Pungkasiadi sempat memberikan apresiasi terhadap DPRD. Lantaran, memberikan masukan awal terhadap rencana kenaikan retribusi layanan kesehatan. Yang mana, masukannya berfokus pada persentase kenaikan retribusi yang perlu dilakukan pencermatan ulang.

Bupati menyatakan, perubahan itu nantinya diharapkan tidakmelebihi kemampuan dari masyarakat Kabupaten Mojokerto. Yang mana, terhadap rencana kenaikan retribusi itu diharapkan diimbangi dengan peningkatan layanan kesehatan. Juga terhadap adanya objek baru retribusi pada jenis layanan laboratorium.(ftr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here